Tio Pakusadewo Segera Direhabilitasi

VIVA   –  Asesmen Tio Pakusadewo telah disetejui. Artinya, aktor senior itu akan cepat dipindah dari tahanan menuju Panti Sakit Ketergantungan Obat atau RSKO. Menurut kuasa hukum Tio, Aris Marabessy, kliennya telah bisa kabur sejak asesmen disetujui. Namun hal ini belum juga terjadi, Tio masih berada dalam tahanan.

“Om Tio terakhir tersebut sudah diasesmen, hasilnya sudah keluar, rekomendasinya untuk rehabilitasi, namun belum dipindahkan dari pihak kepolisian, ” kata Aris saat dihubungi kuli melalui telepon, Selasa, 26 Mei 2020.

Aris tidak tahu mengapa Tio tidak lekas dipindahkan. Terkait hal ini, Aris telah mengirimkan permohonan kepada penyidik agar bisa memindahkan Tio ke tempat rehabilitasi. Pihaknya masih menunggui jawaban atau pemindahan Tio.

“Namun membangun sampai sekarang akn belum tersedia tuh tindakan itu, kami juga sudah mohonkan secara tertulis pada penyidik, namun belum ada respon nanti kita liat dalam kira-kira minggu ke depan, ” perkataan Aris.

Aris telah cukup lama tidak bertemu Tio. Ia belum mendengar kabar terbaru termasuk keluarga yang menjenguk selama Tio menjalani Hari Raya Idul Fitri di dalam penjara. Hanya saja, Aris meyakini dan terang kondisi Tio saat ini sedang baik-baik saja.

Baca juga:   Situasi Tio Pakusadewo Setelah Ditangkap?

“Sekarang gerangan saya jarang ketemu ya, karena memang kan Covid, jadi ada pembatasan untuk ketemu, tapi overall sih masih baik sih, segar kondisinya, ” ujarnya.

Terkait pemindaha, Tio tidak penolakan. Meski belum dilakukan, Tio merasakan rumah sakit merupakan tempat menyesatkan tepat untuknya. Seperti diketahui, Tio sempat menderita stroke dan untuk sebagian anggota tubuhnya sulit berjalan.

“Oke sih sebab memang masih sakit, gimana? Namanya orang sakit kan harus dirawat bukan ditahan kan, ” sebutan Aris.

Tio Pakusadewo ditangkap Polisi pada Selasa, 14 April 2020. Pada penangkapan itu, polisi menyita satu bungkus kertas berisi 18 gram ganja serta alat hisap sabu atau bong. Setelah melakukan pemeriksaan melalui tes urine, diketahui jika Tio Pakusadewo positif amfetamin dan metamfetamin. Ia dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider 111 dan 127 UU tahun 2009 tentang narkotika serta terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun tangsi.  

Tio Pakusadewo sudah tiga kali tersangkut urusan penyalahgunaan narkoba. Dari pengembangan polisi, Tio mengaku sudah menggunakan narkoba sejak dua tahun lalu. Makin, untuk sabu ia rutin mengambil dua kali dalam satu bulan dan dalam setiap pembelian seberat 0. 5 gram sabu.