Sebagai Public Figure, Anji Diminta Tak Berikan Pernyataan Sembarangan

VIVA   – Video clip Youtube wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim sudah menemukan obat COVID-19 berbuntut panjang. Usai menuai kecaman, kedua sosok itu kini harus berurusan dengan hukum.

Karena isi wawancara yang  dianggap keliru dan berbahaya,   Hadi Pranoto dan  Anji dilaporkan ke pihak kepolisian Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid.

Baca juga:   Diskusi Soal COVID-19 dengan Anji, Dokter Tirta Titip Pesan Ini

Muannas melaporkan Anji dan Hadi Pranoto dengan undang-undang ITE serta atau menyebarkan berita bohong pasal 28 ayat (1) JO pasal 45A UU RI No. 19 tahun 2016 dan atau pasal 14 dan 15 UU RI No . 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Ditemui usai membuat laporan, Muannas menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan dalam konten YouTube tersebut sangat berbahaya, hingga akhirnya diproses secara hukum. Namun tampaknya, saat ini konten YouTube tersebut sudah menghilang dari chanel YouTube Anji yang bernama Dunia MANJI.

“Nah pernyataan-pernyataan dalam konten itu sangat berbahaya menurut saya dan tinggal didalami oleh pihak kepolisisan, dan itu terbukti juga kan banyak akademisi memprotes, kemudian IDI (Ikatan Dokter Indonesia), influencer , banyak pihak lah yang memprotes soal itu, ” kata Muannas di Polda Metro Jaya.

Kemudian, Muannas mengatakan bahwa Anji adalah public figure yang memiliki banyak penggemar. Oleh karena itu, Muannas berharap bahwa Anji tidak membuat pernyataan sembarangan dan menyebarkan berita yg belum pasti kebenarannya.

Baca juga:   Minta Klarifikasi, Polisi Segera Panggil Anji dan Hadi Pranoto

“Dia harus sadar yakni dia adalah public figure , dia punya followers , diidolakan yang lalu sangat dipercaya terhadap apa yg dikatakannya, ini yang harus hati-hati. Jangan membuat bill atau konten yang cenderung orang akan mudah percaya karena sosok dan profilnya, ” ujar Muannas.

Lebih lanjut, Muannas menambahkan bahwa kejadian yang menimpa Anji ini dapat menjadi pembelajaran untuk public figure yg lain agar berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

“Dan kita berharap terkait menjadi catatan bagi siapapun terlebih mereka public figure out , selebritis, dan sebagainya, agar mereka berhati-hati dan bijak memakai media sosial, “ kata Muannas.