Memperhatikan Apartemen Afgan, Nyaman dan Baru Banget!

VIVA   – Boy William menjadi orang pertama yang bisa mengabadikan momen di rumahnya Afgan. Ternyata Afgan tinggal di sebuah kondominium. Unitnya berukuran 176 meter persegi berada di lantai 14.

Saat Boy sampai, tibalah di pintu kaca yang dibukakan Afgan. Ada jendela kaca mulia mengelilingi unitnya. Ruang tamu dilengkapi sofa empuk dengan tv dipasang di dinding.   Apartemen Afgan ada tiga kamar.

“This is your living room. Aslinya enggak begini ya, ” ujar Boy  dalam kanal YouTube Boy William berjudul  AFGAN TERNYATA RUMAHNYA BEGINI! #DiBalikPintu, ” yang diunggah hari Sabtu, 5 September 2020.

“Iya aslinya enggak begini, tadinya tembok. Gue bobol bikin kayak sliding doors gini for my studio. Tadinya ini kamar, jadi sekarang ruang kerja gue. Jadi kalau ada house party gitu bisa muat beberapa orang, ” ungkap Afgan menunjukkan studio sekaligus ruang kerjanya.

Baca juga: Trik Afgan Jaga Tubuh Wangi Seharian

Studio dilengkapi meja komputer, satu set komputer, kedudukan, beberapa foto, piano, alat aransemen, piala penghargaan dan sofa.

Tampak damai dengan nuansa warna abu-abu serta hitam. Apalagi dengan pintu kaca bisa melihat keluar apartemen sekali lalu indah pemandangan kota dari lantai 14.

Afgan pula berbagi cerita dengan Boy William bahwa dia tak menyangka mampu menjadi penyanyi papan atas dalam Indonesia. Awal karier dia hanya sebatas menyanyi ternyata banyak karakter yang merespon positif.

“Gue enggak ada pengen siap terkenal atau maka a carrer artist. Gue cuma pengin nyanyi aja, itu aja gue udah happy bamget untuk bisa nyanyi, ” tutur dia menjelaskan.

Dapur Afgan dilengkapi dengan kitchen set berupa nude tanpa adanya meja mamah. Hal ini disengaja oleh Afgan karena lebih suka konsep bar dengan dilengkapi dua kursi luhur berwarna hitam.

“Karena belum berkeluarga jadi cukup kayak gini, ” ucap dia. Sendat ke kamar Afgan, Boy selalu menyusuri lorong yang tak sejenis lebar.

Sepanjang sisi kiri lorong dihiasi beberapa memotret Afgan, baik foto sendiri, bergandengan keluarga dan teman dan foto saat konser dan manggung. Seluruh foto dicetak dengan konsep black and white.

Tibanya di ruang wardrobe Afgan, langsung disambut lemari pakaian yang kacanya transparan. Lemari ini cukup diisi dengan pakaian untuk mengisi urusan.

Ruang wardrobe dengan dilengkapi meja bulat itu selalu langsung dapat melihat keindahan kota dari atas karena disambungkan dengan jendela kaca transparan.

Afgan memang mengaku tak pernah ada kamera yang masuk ke apartemennya. Tentunya Boy beruntung menjelma orang pertama yang bisa mengekalkan momen di hunian asik milik Afgan.

“Thank you so much, ” ujar Boy.

Afgan mengungkapkan kok dia menyembunyikan dimana dia tinggal dan bagaimana kehidupannya di panti. Afgan butuh privasi agar tak banyak diantara kita tahu rumahnya.

Tak lama Boy dan Afgan berbicara di bar area kitchen set, tiba-tiba ada tamu. Rossa datang membawa sebuah bingkisan berisi sejumlah makanan.

Usai makan, Boy dan Afgan menyusuri kamar tidur Afgan. Lemari pernak pernik berada di samping kemungkinan yang melekat ke dinding. Dalam sela-sela obrola Afgan ngaku seorang K-pop sejati dan senang sebanding Blackpink serta BTS.

Di atas tempat tidur, dihiasi tiga skateboard yang digantung. Zona mandinya juga sangat mungil sehingga Afgan menyebutnya tiny bathroom.

Kamar mandi dilengkapi wastafel dan bath tub yang kecil. Ternyata bath tub itu tidak untuk Afgan melainkan tempat main air keponakannya kalau lagi berperan ke huniannya Afgan.