Maka Korban Pelecehan Seksual, Member JKT48 Lapor Polisi

VIVA   –  Salah satu member grup musik JKT48, Ni Made Ayu Vania Aurellia mendirikan laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak kejahatan asusila.

Hal ini diketahui dari akun Twitter formal @officialJKT48. Dalam cuitan tersebut, dijelaska tindakan kurang menyenangkan itu berlaku pada Selasa, 3 November 2020.

Keadaan ini, 7 November 2020, @N_AurelJKT48 telah melaporkan kejadian asusila dengan menimpa dirinya pada tanggal 3 November 2020 lalu ke SPKT Polda Metro Jaya bersama JKT48 Operation Team yang ikut mendampinginya. Berikut surat tanda bukti laporannya , ” bunyi cuitan @officialJKT48 tersebut.

Baca juga:   JKT48 Terancam Bubar, #KamiBersamaJKT48 Trending Warga +62: Semangat!

Dalam cuitan tersebut, disertakan selalu bukti laporan. Dimana terdaftar dengan Nomor: LP/6598/XI/YAN. 25/2020/SPKTPMJ. Pada surat tertulis kalau pihak pelapor ialah Ni Made Ayu Vania Aurellia sendiri.

Sementara itu, untuk pihak terlapor tertulis sedang dalam lidik. Dalam surat petunjuk juga terlihat Aurel membawa besar orang saksi untuk mendukung laporannya.

Sokongan mengalir deras dari para penggemar. Akun resmi JKT48 berharap kejadian ini tidak terulang kepada anggota JKT48 maupun yang lainnya.

Kami berharap kejadian ini tidak terulang balik, baik kepada member JKT48 maupun kepada siapa pun.
Sekali lagi, terima kasih untuk kalian yang senantiasa mendukung JKT48 datang sekarang ini. Mari kita celik bersama lingkungan yang positif pada sekitar kita
, ” tulisnya.

Terkait adanya petunjuk ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Luhur Polisi Yusri Yunus mengaku belum tahu soal adanya laporan itu.

Kami cek dulu ya , ” ujar Yusri.

Di dalam cuitannya, Aurel merasa banyak perintah pribadi yang mengarah seksual. Dia keberatan menerima hal tersebut. Aurel merasa tidak sanggup untuk menahannya sendiri hingga memilih untuk memerkarakan ke manajemen JKT48 dan membawa ke jalur hukum.

Baca juga:   Terdampak Pandemi, JKT48 Terancam Berehat?

“ Tolong! Aku sangat me direct message dari kalian, tpi kalau DM yg masuk itu konteksnya sudah ke arah sexual harassment aku marah banget, sokong yah saling menghargai , ” tulis Aurel.