Bayaran Threesome Prostitusi Online Artis ST dan MA Rp110 Juta

VIVA   –  Terungkap sebuah tarif fantastis daripada terkuaknya kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis dan selebgram berinisial ST dan MA.

Diketahui, jika seseorang mau menggunakan jasa artis dan selebgram cantik tersebut dalam perpaduan hubungan intim secara threesome , tarif yang kenakan menyentuh Rp110 juta.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombespol Sudjarwoko mengatakan, kedua artis tersebut pasalnya memasang tarif  Rp30 juta seluruhnya kencan.

“Saksi yang merupakan selebgram & artis memasang tarif Rp30 juta rupiah per orang setiap sekali kencan dengan menawarkan layanan syahwat short time , ” ujar Sudjarwoko saat terbit kasus di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat 27 November 2020.

Sementara untuk threesome , para pemakai jasa artis dan selebgram diharuskan membayar uang muka sebesar Rp50 juta.

“Para saksi dapat melakukan persetubuhan berdua & threesome atau bertiga dengan tarif Rp110 juta, dengan DP sebesar Rp50 juta dan bila telah selesai maka sisanya sebesar Rp60 juta rupiah langsung dibayarkan di tempat, ” ujarnya.

Sudjarwoko menjelaskan, dalam aksinya, bisnis mengungkit birahi tersebut dikerjakan lewat media WhatsApp oleh orang tengah yang diketahui sebagai pasangan suami istri muda, yakni AR (26) dan CA (25). Kedua muncikari ini mendapat keuntungan Rp25 juta.

”Para pelaku memiliki keuntungan Rp25 juta per orang dari pekerjaannya sebagai muncikari artis atau selebgram, ” ujarnya.

Sebelumnya, Polsek Tanjung Priok menggerebek sebuah hotel di negeri Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 26 November.

Dalam penggerebekan itu, penjaga mengamankan seorang selebgram berinisial ST, MA dan dua orang muncikari berinisial  AR dan CA.   Kedua artis tersebut diduga terlibat prostitusi online, dalam kasus itu polisi menjatuhkan status tersangka terhadap pasutri muncikari AR dan MEMPERKIRAKAN.

Keduanya hingga kini masih dilakukan pemeriksaan lebih sendat untuk mengetahui artis mana saja yang sudah bekerja di lembah naungannya. Keduanya kemudian dikenakan bab 506 KUHP tentang perdagangan bani adam dengan ancaman hukuman kurungan 15 tahun penjara.